image

Supernova: Dari Pertanyaan ke Petualangan Panjang

Semesta selalu punya caranya sendiri untuk melipat waktu.

Apa yang dulu lahir sebagai hadiah ulang tahun ke-25 bagi penulisnya, kini menapaki usia yang sama. Dua puluh lima tahun, Supernova tumbuh bersama penulis dan pembacanya.

image

Source: Goodreads

Ide Supernova lahir setelah Dee Lestari mengalami sebuah epifani yang mulai menjawab kegelisahan dan pertanyaannya tentang konsep ketuhanan dan spiritualitas yang telah menghantuinya sejak lama. 

Peristiwa itu juga membentuk kesadaran Dee bahwa konflik dan perpecahan antar manusia berakar dari keterpisahan sains dan agama. Supernova kemudian dipilih sebagai medium untuk menyampaikan sudut pandang tersebut dengan menggabungkan berbagai hal tentang spiritualitas, sains, hingga romansa, dalam format cerita fiksi.

Tanpa perhitungan pasar dan tanpa ambisi besar, Supernova: Kesatria, Putri, & Bintang Jatuh justru menemukan jalan kepopulerannya sendiri. Pertama kali terbit tahun 2001, novel ini beredar dari tangan ke tangan, terutama di lingkungan kampus, dan dalam waktu singkat menjadi sangat populer karena berani menempati ruang yang jarang disentuh fiksi populer Indonesia saat itu. Dari sanalah perjalanan panjang Supernova dimulai.

Meski awalnya ditulis untuk memuaskan diri sendiri sekaligus menjadi katarsis personal, Supernova tumbuh ke arah yang tak pernah Dee Lestari sangka. Sejak awal, Supernova direncanakan terbit sebagai trilogi. 

Akar, Petir, Partikel, dan Gelombang, adalah bab-bab yang mau saya buat dalam satu buku. Saya juga sudah berpikir Intelegensi Embun Pagi akan menjadi episode terakhir dari Supernova,” jelasnya.

Namun, rencana itu berubah haluan seiring berkembangnya ide cerita Supernova dan munculnya lebih banyak pertanyaan. Karakter-karakter yang semula dirancang untuk hadir dalam satu buku, akhirnya diberi ruang masing-masing dengan latar, konflik, dan pencarian mereka sendiri.

image

Source: Liputan6.com

Di sepanjang seri, Supernova menghadirkan tokoh-tokoh yang bergerak di wilayah abu-abu dengan latar dan kegelisahan yang beragam, serta berbalut berbagai isu yang sering menjadi pertentangan masyarakat. Seperti misalnya Reuben dan Dimas, dua pria yang ternyata penyuka sesama jenis. Diva, perempuan berintelektualitas tinggi yang berprofesi sebagai Pekerja Seks Komersil (PSK). Atau Bodhi yang tumbuh di lingkungan vihara tapi masih mencari makna hidupnya sendiri.

Melalui tokoh-tokoh ciptaannya, Dee ingin menyampaikan bahwa ada banyak hal yang mengecoh manusia. Padahal, ketika digali lebih dalam, esensinya bisa saja bertolak belakang dari kesan luarnya.

Supernova tidak pernah dimaksudkan untuk memberi jawaban, apalagi pesan moral. Seri novel ini justru hadir sebagai ajakan untuk berpikir, meragukan, dan meninjau ulang keyakinan yang kerap langsung diterima begitu saja. Dan fiksi menjadi jembatan yang dipilih oleh Dee untuk mengajak para pembacanya merenungkan hal-hal yang kerap dianggap berat ini. 

“Saya senang menulis sesuatu yang membuat orang terusik, bertanya, dan mencari. Seperti ketika menulis Supernova Partikel misalnya, saya tidak berniat memberikan pesan moral, melainkan mengungkapkan banyak pertanyaan tentang asal-usul manusia, relasi manusia dengan lingkungan, dan seterusnya. Bagaimana pembaca menyikapinya, menurut saya itu akan tergantung keingintahuan mereka sendiri,” jelas Dee.

image

Perjalanan panjang Supernova tentu tidak luput dari kesulitan, kegagalan, juga kritik. Namun, seri yang berakhir dengan Intelegensi Embun Pagi pada tahun 2016 ini nyatanya telah mengakar dan tumbuh dengan kuat dalam hidup para pembacanya, termasuk mengubah hidup Dee Lestari, sang penulis.

“Semua pencarian jatidiri dalam tokoh-tokoh saya adalah pencarian saya juga,” ungkapnya.

Menuju perayaan 25 tahun Supernova, Bentang Pustaka menghadirkan keenam seri novel ini dengan tampilan yang lebih baru. Bukan hanya dicetak ulang dengan sampul pilihan karya pemenang sayembara “Fanart Supernova”, tapi juga dilengkapi ilustrasi para karakter dan catatan kreatif spesial dari Dee Lestari.
Versi republish dari keenam buku ini akan dirilis secara bertahap. Ikuti sosial media Bentang Pustaka untuk mengetahui info terbarunya!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *